(Resesnsi Buku Hanya 54-KM Anda dapat Mengubah Dunia) Pesan Moral Universal Berkelas Internasional
(Resesnsi Buku)
Pesan Moral Universal Berkelas Internasional
|
Judul Buku : |
Hanya 54-KM
Anda dapat Mengubah Dunia. |
|
Penulis : |
Drs. Arief
Hidayat, S.H., M.M. (dkk). |
|
Penerbit : |
Magnum Pustaka
Utama, Yogyakarta. |
|
Tahun
Terbit : |
Mei 2022. |
|
Jumlah : |
xiv+146
halaman. |
|
Resensator : |
Muh Irfan
Husaeni, Hakim Yustisial Badan
Pengawasan Mahkamah Agung RI. |
Dalam sebuah acara besar
yang dihadiri oleh para pejabat Eselon I, Eselon II, Eselon III dan pejabat
fungsional di lingkungan Mahkamah Agung, panitia telah menunjuk pejabat Eselon II
untuk memberikan kata sambutan. Menjelang acara dimulai, panitia mengingatkan
kembali pejabat tersebut untuk memastikan kesediaannya dan Beliau siap. Namun
pada detik-detik terakhir acara akan dimulai, hadirlah beberapa pejabat Eselon I
dan panitia mengarahkan ke tempat yang telah disediakan. Pejabat Eselon II yang
seharusnya memberikan kata sambutan “berbisik” kepada panitia, “Coba, tawarkan kepada pejabat Eselon I untuk
menyapaikan kata sambutan karena Beliau lebih berhak daripada saya”.
Panitia pun berkomunikasi dengan pejabat Eselon I dimaksud dan Beliau bersedia
meberikan kata sambutan dan acara pun dimulai.
Apakah pejabat Eselon II yang tidak jadi
memberikan kata sambutan dalam acara besar tersebut merasa rugi karena hilang
kesempatan tampil di hadapan petinggi Mahkamah Agung? Tentu saja tidak. Beliau
beruntung dapat memberikan contoh sikap rendah hati, ikhlas dan etika kelas
tinggi yang patut diteladani oleh semua yang hadir dalam acara tersebut.
Dari sikapnya, dalam waktu sekejap telah terjadi
dinamika organisasi, panitia saling berkomunikasi dan berkoordinasi, memberi
dan menerima. MC menyesuaikan dengan perubahan
terbaru dan acara sukses sesuai dengan komitmen yang telah disepakati bersama.
Itu hanya contoh acara yang berlangsung
satu atau dua jam. Untuk organisasi yang lebih besar dan waktunya tidak
terbatas, dengan dinamika kelompok yang lebih besar dan kompleksitas
permasalahan di dalamnya tentu seluruh anggota organisasi dituntut untuk lebih
mamahami organisasinya dan memahami tugas pokok dan fungsinya sehingga
mengetahui perannya dan kontribusi apa yang harus dilakukan guna mewujudkan
tujuan organisasi/lembaga.
Buku berjudul “Hanya 54-KM Anda dapat Mengubah Dunia”,
adalah “vitamin untuk menguatkan tubuh” ibarat dapat jatah qurban isinya daging
semua. “Buku ini menawarkan nilai-nilai yang harus diimplementasikan, baik
dalam organisasi, institusi, kelompok dan komunitas, maupun nilai-nilai
individu dengan dengan sungguh-sungguh, sehinga jika dilaksanakan maka akan
menjadi mindset dan culture set kita kepada perubahan yang
lebih baik”, Kata MG. Danang Priyadi, S.Pd., M.M., CTM. (endorsement sampul belakang).
Kata-kata yang dipilih oleh Penulis buku
ini sangat popoler dalam kepemimpinan dan manajemen modern saat ini yaitu, komitmen,
koordinasi, komunikasi, kerjasama, kontribusi, memberi, menerima, mengingatkan
dan menguatkan merupakan kekuatan dan daya tarik buku ini. Ke-9 kata ini
memiliki pesan moral bermakna karena sifatnya universal berkelas internasional sehingga dapat diterima
oleh siapapun, diterapkan di manapun dan dipraktikkan dalam organisasi/lembaga apapun
oleh individu yang ada di dalamnya.
Pilihan kata yang dahsyat ini tentu tidak
spontan melainkan hasil pemikiran mendalam dan jalan panjang berliku dalam
merumuskannya dan pasti ada campur tangan Tuhan. Penulis buku ini beberapa kali
menuliskan “Keyakinan dirinya akan campur
tangan Tuhan dalam setiap langkah kehidupan manusia menjadi nyata” (hal
136). “Selalu melibatkan Tuhan dalam
setiap tindakan, Usaha yang dilakukan oleh manusia hanyalah sebagai sebuah
ikhtiar dan salah satu cara untuk mencapai target. Target itu akan tercapai
dengan campur tangan Tuhan. Tanpa campur tangan Tuhan, usaha anda tidak akan
berkah” (hal. 137).
Setelah buku terbit dan terpublikasi,
mungkin Penulisnya heran sendiri, “kok” bisa ya saya memilih Sembilan kata itu?
Atau jika Penulisnya ditanya mengapa memilih Sembilan kata itu? Mengapa bukan
kata produktif, efektif, adaptif, fleksibel, kompetensi, efesiensi dll? Maka barangkali
Penulis akan menjawab “Saya juga tidak
tahu”. Di situlah campur tangan Tuhan ketika seorang Penulis sudah memulai
berikhtiar dengan tujuan untuk membawa kebaikan dan manfaat bagi semesta maka Tuhan
akan memberikan petunjuk, sehingga tulisan mengalir sesuai target. Perasaan
seperti itu hanya dialami oleh seorang Penulis atau pencipta lagu atau pencipta
karya lainnya.
Seperti Emha Ainun Nadjib (Caknun sapaan
akrab) pada waktu (1997) mengubah lirik lagu berujudul “Kekasih Tak Bisa
Menanti” yang digubah oleh Harry Tjahjono yang bagian syairnya antara lain:
Akhirnya akan sampai
disini
Di arus gelombang
yang sejati
Kalau perahu kami
adalah tangan-Mu sendiri
Tak akan satu
kekuatan bisa menghalangi
Ya Allah Sudah
tidak bisa diperpanjang lagi
Tuhan Wajah-Mu
terpancar dari derita mereka
Bukakanlah
Ya Allah
Rahasia-Mu
Ya Allah
Sesudah maut
yang tak terduga itu
Datanglah
kelahiran yang baru
Sampai hari ini Caknun tidak dapat
menjelasakan apa maksud akhirnya akan sampai di sini. Di sini kapan?, di mana,
di zaman apa? Dan kalimat Sesudah maut yang tak terduga itu, Datanglah
kelahiran yang baru. Maut apa?
Siapa yang mati? Berapa jumlahnya? Peristiwanya di Indonesia atau di belahan
dunia mana? Kesimpulannya Caknun mengaku, “Sejatinya
bukan saya yang menulis syair itu, saya cuma dititipi”.
Dari campur tangan Tuhan itu, Arief
Hidayat (Ahid, inisial dalam beberapa artikel/tulisan) merangkum konsep manajeman
perubahan menjadi 54KM, 5K (Komitmen, Koordinasi, Komunikasi, Kerjasama dan
Kontribusi) adalah sikap untuk organisasi dan 4M (Memberi, Menerima,
Mengingatkan dan Menguatkan) adalah sikap untuk individu. Masing-masing kata
ini dijelaskan dengan berbagai pendekatan seperti pendekatan psikologis (hal.
19), sosial (hal.43-53), spiritual (hal. 21), juga ada pendekatam politik
(hal.60-61) dan historis. Pendekatan historis seperti dalam pembahasan
Komunikasi, Penulis menjelaskan Rasulullah sukses menyampaikan risalah karena kualitas
dalam berkomunikasi dengan Tuhannya dan umatnya (Tabligh, sifat wajib bagi para
Rasul). Karya bersar dalam sejarah yang diwariskan oleh Rasulullah yaitu
mengesakan Tuhan, ketepatan sistem dan metode yang Beliau pergunakan dalam
berdakwah serta kepribadian Beliau. (hal. 42).
Arief Hidayat juga banyak mengambil
kalimat motivasi dari tokoh dunia sehingga lebih meyakinkan Pembaca seperti
dalam pembahasan Memberi, mengutip kalimat seorang Pengusaha asal Amerika
Pendiri Wendy’s, Dave Thomas “the more
you give, the more you get in return”, makin banyak anda memberi, makin
banyak pula anda menerima (hal. 84). Motivasi dengan bahasa asing singkat dan
mudah dihafal adalah daya tarik tersendiri memotivasi Pembaca untuk menghafalkannya.
Juga kalimat motivasi Barack Obama sebelum
memimpin Amerika Serikat (2009-2017), dalam sebuah pidatonya (2008) Sang
Senator mengatakan, “Change will not if
you wait for We are the change that we seek same other person, or if we wait
for some other time. We are the ones we’ve been waiting for.”, perubahan tidak
akan terwujud jika kamu bergantung pada orang lain, atau jika kita menunggu
kapan waktunya tiba. Diri kitalah orang yang ditunggu-tunggu, diri kita inilah
yang kita cari selama ini.
Intinya, perwajahan buku ini
menarik, pembaca tidak bosan beralih satu halaman ke halaman berikutnya atau
kembali ke halaman sebelumnya, karena pembaca dimanjakan dengan halaman buku
yang berwarna-warni seperti warna merah pada setiap judul/sub pembahasan, blok
warna biru untuk setiap kalimat yang perlu ditekankan. Sedangkan substansi buku
mudah dicerna dan bisa difahami oleh pembaca karena menggunakan bahasa populer.
Untuk menguatkan kajian,
Penulis banyak mengemukakan ayat-ayat Al-Quran dan Hadis namun tidak menuliskan
huruf arab cukup ditampilkan terjemahan saja karena target pembaca masyarakat
umum (universal) tampaknya Penulis buku ingin menyajikan hidangan yang dapat diterima
oleh semua kalangan.
Tidak fair rasanya
kalau dalam sebuah resensi hanya menunjukkan kelebihan buku tanpa melakukan
kritik terhadap buku. Kekurangan dalam buku ini –subjektif, belum tentu Pembaca
lain setuju- Penulis sangat hati-hati, tidak banyak memberikan contoh
kepemimpinan Nabi dan Rasul terdahulu yang tertulis dalam Al-Quran, karena
mungkin beranggapan itu milik agama Islam (padahal Al-Quran sebagai rahmat bagi
semesta), sementara pembaca buku “Hanya 54-KM Anda dapat Mengubah Dunia” dibaca
oleh kalangannya luas, lintas agama.
Dalam pembahasan, sangat mungkin untuk diselipkan
contoh komitmen dan komunikasi berkualitas dunia antara Nabi Ibrahim dengan
Nabi Ismail, kerjasama Nabi Musa dengan
Nabi Harun saat menghadapi Fir’aun, koordinasi antara Nabi Yusuf dengan adiknya
untuk menghadirkan Nabi Ya’kub ke kerajaannya. Kontribusi Nabi Daud dalam peperangan
mengalahkan Raja Jalut yang kejam atau kontribusi burung Hud-hud yang berinisiatif melakukan mystery
shopper ke Negeri Saba dan membawa informasi –(Ratunya adil dan
bijaksana namun rakyatnya menyembah matahari)- untuk Pemimpinnya, Nabi
Sulaiman.
Namun kekurangan yang tidak seberapa tersebut
-tidak ada juga tidak masalah- telah tercover dengan kelebihan-kelebihan
sebagaimana telah tertulis di atas dan tidak mengurangi substansi buku yang excellent ini.
Membaca buku ini seperti
kita sedang berhadapan dengan Penulisnya, goresan kata pada setiap kalimat
dapat disimpulkan sendiri oleh Pembaca apa yang harus dilakukan, buku ini
syarat nasihat dan motivasi dari seorang Guru namun pembaca tidak merasa
digurui karena Penulis juga tidak pernah merasa sebagai Guru. Itu juga selling point dari buku ini.
Sebelumnya Arif Hidyat telah
menulis Buku “Jangan Terjebak di Zona Nyaman” (Juli, 2021) dan Manajemen Risiko
Lembaga Peradilan (Maret, 2021). Bagi pegiat manajemen perubahan, mereka yang
sedang membangun Zona Integritas menuju WBK/WBBM, membangun Sistem Manajemen Anti
Penyuapan (SMAP) dan sedang membangun kantor untuk perubahan yang lebih baik,
perlu membaca buku-buku karya Arief Hidayat untuk menambah pengetahuan dan
wawasan.
Jakarta, 15 Juli 2022

Komentar
Posting Komentar